Bekerja lebih sedikit, Menghasilkan Lebih Banyak


PRODUKTIF = KERJA KERAS?

Sebagian orang menganggap keputusan untuk menjadi produktif seperti merampas kesenangan hidup. Karena yang dilihat bahwa mereka yang produktif itu seperti terlalu sibuk dan tidak memiliki waktu untuk bersenang senang. Lebih lanjut masyarakat kapitalistik yang kita tinggali saat ini sangat mendewakan kerja keras dan meremehkan istirahat. Kita dipaksa menerima bahwa kerja keras tanpa istirahat adalah produktif yang sebenarnya. Apakah ini benar?

Faktanya mereka hanya melihat satu sisi yang kelihatan. Mereka luput melihat bahwa yang produktif ternyata tidurnya cukup kok, bermainnya juga cukup, kerjanya secukupnya dan relasinya baik. Bagaimana mereka melakukan ini semua?

Dikutip dari WE Online Jakarta, menurut jack Ma dalam acara World Artificial Intelligence conference shanghai, “dengan kemajuan teknologi sekarang, di masa depan manusia seharusnya hanya butuh 3 hari seminggu, 4 jam sehari untuk bekerja”. Sama seperti listrik ditemukan, banyak mesin yang akhirnya membantu pekerjaan manusia sehingga manusia punya waktu luang lebih banyak. Bahkan lebih extreme lagi dia melanjutkan “dalam 10-20 tahun kedepan, tiap negara seharusnya fokus pada reformasi sistem pendidikan dan memastikan penerus bangsa masa depan memiliki pekerjaan yang hanya butuh 3 hari dalam seminggu”

BTW, mesin secanggih apapun tetap butuh manusia. Komputer punya chip, tapi hati hanya manusia yang punya, disinilah datang kebijaksanaan. Walaupun pernyataan nya soal ini kontras dengan dukungannya beberapa waktu silam soal kerja 996 yang menurutnya membantu memajukan ekonomi china. program kerja 996 yang dibahas itu adalah kerja dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam selama 6 hari seminggu. wow menarik ya ide ini..

Kira-kira bagaimana ini bisa terjadi? Mungkin kah manusia bisa work less do more? saya jadi teringat nama Syekh Albani. Seorang ulama besar berdarah eropa yang banyak menelurkan karya besar yang dijadikan rujukan ulama modern harini. Menerima penghargaan internasional atas karya-karya ilmiahnya oleh Raja Faisal tahun 1999. Untuk nafkah, beliau bekerja sebagai ahli jam yang ilmunya didapatkan dari ayahnya. Saking ahlinya beliau diberi julukan as-Sa’ti saat itu karena keahliannya sangat terkenal. yang menarik adalah, beliau hanya bekerja 2-3 jam sehari. sisanya beliau gunakan waktu untuk membaca, belajar dan high lifetime value lainnya. 

Alex pang dalam bukunya REST: “why you get more done when you work less”, menyinggung bahwa setelah mempelajari orang-orang produktif dunia terkenal, ada sesuatu yang menarik dia temukan. Bahwa mereka bekerja intens hanya selama beberapa jam sehari dan sisa waktu digunakan berjalan-jalan, tidur siang, sosialisasi dan olahraga. ingat ya.. riset ini mungkin melibatkan orang-orang sukses kelas dunia. Asumsi saya jika masih melihat orang sukses tapi sibuk bahkan lembur, maka orang ini tidak termasuk. toh yang meriset bukan saya. dalam artian jika anda sukses tapi masih sibuk, artinya anda masih sukses level 1. ternyata ada orang diluar sana yang lebih kaya dari anda tapi waktu luang lebih banyak dan tetap bekerja. kata kuncinya produktif, bukan sibuk. 

Lanjut soal riset Alex Pang tadi, Hari-hari mereka diisi dengan bekerja intens beberapa jam dan istirahat yang panjang. Mengutip ahli matematika G.D Hardy berkata “4 hours creative work a day is about the limit for a mathematician“ (4 jam kerja kreatif sehari adalah batas bagi seorang ahli matematika)

Tidak masuk akal kalau berharap tubuh kita maximal 100% sepanjang waktu. seperti manusia normal lainnya, performa kita juga akan naik turun karena banyak hal misal lelah, stress, lapar dan lainnya. 

Studi terkini juga menyadari bahwa hubungan antara waktu yang digunakan tidak sepenuhnya linear dengan produktivitas. microsoft misalnya baru-baru ini menemukan bahwa bekerja 4 hari seminggu meningkatkan produktivitas sebesar 40%. Studi tentang otak juga menunjukkan ada hubungan antara istirahat dan kreatifitas. Ini banyak kami bahas di artikel sebelumnya. Anda mungkin berharap otak melambat saat tidak bekerja aktif, tapi ternyata salah. Otak tetap bekerja, tapi yang membedakan adalah saat istirahat yang disengaja, otak punya kemampuan untuk mengakses pusat kreatif lebih bebas dan liar. Sehingga pekerjaan yang tadinya kurang asyik hasilnya, perlahan mulai ada perubahan.

Dalam dunia neurosains, studi pencitraan resonansi magnetik fungsional  atau FMRI (functional magnetic resonance) menemukan bahwa ketika istirahat, otak tetap aktif tapi dalam sekumpulan wilayah yang berbeda-beda, yang secara kolektif disebut sebagai jaringan mode default / default mode network  (DMN).

Ini mungkin sebabnya kenapa pikiran kreatif cenderung muncul saat yang tidak  kita duga. Saat kita berusaha malah mentok. Saat kita lepaskan pikiran kita mengembara entah kemana, eh malah ketemu solusi. Pernah merasa demikian?

 

BATASI DIRI ANDA, YOU ARE NOT SUPERMAN !!

Tidak perlu merasa lemah, faktanya manusia memang manusia lemah dan terbatas. Tapi kelemahan itu justru menjadi kekuatan. Karena dengan mengetahui batasan, Manusia jadi paham bagaimana memaximalkan jeda demi jeda dan menjadi “tidak terbatas”. Jangankan melihat masa depan, pandangan kita saja terbatas oleh tembok, pendengaran kita terbatas oleh jarak, energi kita terbatas oleh waktu. Karena terbatas itulah telepon berhasil diciptakan, mobil tercipta, pesawat diciptakan karena manusia paham, manusia itu lemah dan terbatas.

Ketika memiliki batasan waktu, Anda menjadi lebih berhati-hati dan bijaksana tentang bagaimana menghabiskannya. itu sebabnya menyadari bahwa waktu anda terbatas itu penting. tapi membuat batasan yang terlalu jauh juga cenderung membuat manusia menunda. seperti yang kami terapkan di Sync Planner, 12 pekan adalah batas waktu yang ideal dan ramah bagi pikiran anda untuk melakukan hal penting yang anda rencanakan. tidak terlalu pendek yang bisa membuat anda stres, tapi juga tidak terlalu panjang yang berpotensi anda kembali ke habit lama yaitu menunda. 

Jika Anda tidak punya batasan belanja bulanan, maka Anda cenderung menghabiskan uang melebihi yang Anda butuhkan. Jika Anda tidak punya batasan waktu, maka Anda akan menghabiskan waktu melebihi yang Anda perlukan.  Dengan mengetahui limit Anda, Anda akan “terpaksa” membatalkan tugas2 yang dianggap berlebihan atau tidak penting dilakukan saat itu karena Anda tahu energi Anda terbatas dan waktu Anda terbatas. Dalam kasus ini microsoft juga memahami bahwa memangkas waktu meeting 30 menit ternyata tidak menghalangi capaian mereka sebelumnya. jadi untuk apa rapat 30 menit lebih lama jika bisa selesai dan tetap produktif lebih cepat?

Batasan itu penting.  Seperti kata seorang kritikus G.K Chesterton pernah berkata “Art consists in limitation. The most beautiful part of every picture is the frame.” (Seni terdiri dari batasan dan Bagian terindah dari setiap gambar adalah bingkainya)


PELAJARAN DARI WFH (work from home……….)

Jika PSBB membuat kita bisa bekerja dirumah dengan jam kerja yang jauh lebih sedikit, jadi untuk apa berjam-jam di kantor selama ini?

Dari yang kita bahas sedari tadi, bahwa Kenyataannya adalah waktu tidak sama dengan produktivitas. Kita sering terhambat karena salah paham bahwa produktif berarti sama dengan kerja keras. Dan kita seperti ditampar jika mendapati orang yang sangat mahir dalam bidangnya mencapai sesuatu yang berharga hanya dalam seperempat waktu yang dibutuhkan orang rata-rata. Bekerja lebih sedikit memang belum tentu bekerja lebih baik, tapi orang yang berhasil mencapai posisi ini selalu dengan pola yang sama yaitu karena mereka mahir. Ini kata kunci kedua yang harus kita bawa pulang harini.

Ingat energi kita terbatas? Seperti yang dibahas pada slide sebelumnya. Termasuk juga energi kita untuk menjadi mahir. Untuk menjadi mahir di bidang kita, dibutuhkan waktu dan energi. Kalau waktu dan energi habis untuk routine, maka bisa dipastikan Anda sibuk melakukan hal yang sama terus tapi Anda tidak bertumbuh. Ketika ini terjadi bisa dipastikan Anda akan menghabiskan waktu lebih lama disana. Jika skill Anda bertambah, maka Anda mungkin punya peluang menyelesaikan pekerjaan lebih cepat. sebagaimana tukang kayu yang memaksa menabang pohon dengan kapak tumpul. kerjaan lebih lambat, tangan menjadi sakit, tapi dia merasa dirinya normal menebang 1 pohon sehari. dia kurang bergaul dengan tukang kayu sebelah rumahnya yang ternyata bisa menebang 3 pohon sehari dengan tetap happy. 

Bagi saya, bekerja lebih sedikit membuat kita punya cukup waktu untuk evaluasi kemana energi dan waktu itu habis. Ini membuat kita lebih berdaya untuk masuk ke fase produktif selanjutnya. Jadi, kemana waktu Anda selama ini? Untuk tugas pemeliharaan? Atau tugas yang memajukan?

Tugas Pemeliharaan mengacu pada rutinitas yang bersifat menjaga urusan Anda (misal bisnis) tetap bertahan, tetap exsis, tetap ada, tetap stabil. Tidak naik tapi tidak turun. Apa saja jenisnya? Tugas pelayanan dan service, pembukuan, membalas email dll. ini penting, tapi bukan pekerjaan yang membuat perusahaan atau keuangan Anda maju dalam waktu dekat. 

Lalu apa itu tugas memajukan? Adalah tugas yang jika Anda lakukan, bisnis dan hidup Anda akan scaleUp dengan cepat. Apa saja itemnya? Merampingkan pekerjaan, meminimalisirnya sehingga Anda lebih efektif dalam bekerja. Mencari klien baru dalam artinya menambah pertemanan dan peluang baru. Membaca buku atau ikut pelatihan baru dalam artian menambah kapasitas diri Anda. bicara kapasitas, saya jadi ingat kata salah satu mentor saya mas Ippho santosa.  

Kata beliau, kita itu seperti dompet. Ga muat diisi duit banyak karena memang kapasitasnya terbatas. Jadi kalau rezeki yang allah titipkan ke kita sedikit, bisa jadi kapasitas kita memang hanya segitu. Cara agar Allah titipkan lebih banyak rezeki adalah dengan menambah kapasitas diri. Ilmu itu terang. Miskin itu gelap. Tidak mungkin Allah biarkan hambanya yang selalu tambah kapasitas, selalu belajar, dibiarkan gelap dalam kemiskinan kan

Anda harus terlebih dahulu tahu apa bedanya apa itu tugas perawatan, apa itu tugas kemajuan. Apa yang membantu Anda maju apa yang hanya membuat Anda diam ditempat. waktu terus berjalan, jaman terus berlalu. Anda yang versi terbaru akan lebih mampu menyelesaikan banyak tugas dengan cepat dibanding Anda yang versi lama. Terdengar masuk akal? 

 

OUTSOURCING

Memahami bahwa Anda terbatas dalam segala hal, Delegasi tugas menjadi opsi bagus untuk membuat Anda tetap dalam jalur produktif yang baik. Anda sudah tahu mana tugas pemeliharaan, mana tugas kemajuan. Sekarang pikirkan tugas pemeliharaan mana yang bisa Anda delegasikan?

Sebagai seorang ibu yang juga adalah wanita karir misalnya. Menghabiskan waktu cukup banyak diluar rumah dengan bekerja dan cenderung memberi sisa waktu untuk anaknya. Saya lebih sarankan delegasikan tugas benda mati (pakaian kotor, makanan dll) dan lebih fokus habiskan waktu yang anda dengan benda hidup (anak dan suami anda). Jika memang tidak cukup waktu, gunakan jasa laundry atau go food untuk membuat waktu bertumbuh Anda jauh lebih banyak.

 

KERJA 2 JAM SEHARI.

Kalau Anda hanya diizinkan bekerja 2 jam sehari. Apa yang akan Anda kerjakan agar semua amanah Anda beres? Alih-alih Khawatir ada yang kelewat, segera pikirkan cara kreatif yang bisa Anda lakukan agar 2 jam itu efektif. Semua ini dimulai dari daftar tugas. Jika Anda tidak punya daftarnya, maka Anda pasti mengacaukan semuanya. Itu sebabnya membuat agenda hari esok itu jauh lebih penting daripada sibuk memadamkan api harini. Kebanyakan orang menjadi reaktif dan sibuk menyelesaikan masalah demi masalah diharini karena tidak mempersiapkan hari dengan benar. Jika Anda punya daftarnya, Anda punya peluang jadi superhero untuk diri Anda. susun tugas penting anda sehari sebelumnya, dan perhatikan diri anda jauh lebih terarah menjalani hari esok. 

Kembali ke 2 jam tadi, bayangkan jika aturannya dilonggarkan dan Anda punya waktu lebih panjang yaitu 8 jam. Kebayang ide apa yang akan pikiran anda lontarkan? akan ada banyak perkiraan waktu istirahat yang lebih sering aktifitas tidak penting. bukan berarti istirahat itu tidak penting, tapi menunda lah yang tidak penting. 

Fokuslah pada 3 tugas penting harian teratas yang anda miliki, jika ternyata Anda menemukan cara terbaik menyelesaikannya dalam 2 jam, why not? Dan set hal yang sama untuk esok harinya. Lalu perhatikan apa yang bisa Anda capai dalam setahun dengan performa seperti ini

Jika kita harus bekerja 4 hari seminggu, apa saja yang harus kita lakukan paling utama? Pertanyaan ini sulit, tapi jika bisa dijawab maka menujukkan seberapa tepat dan penting pilihan perilaku Anda bisa menjaga urusan kita keep going. Jika Anda tahu apa yang harus dilakukan maka yang Anda lakukan sudah pasti mengarah ke dua hal tadi. Pekerjaan kemajuan, dan pekerjaan perawatan. Mengeliminasi lebih dari 70% energi dan perhatian yang tidak perlu selama seminggu membaut anda lebih punya banyak freedom. BTW freedom itu haknya orang disiplin. 

Ingat bahwa perilaku kita harini bisa menjadi warisan masa depan kita. Terlepas apakah itu bisnis atau bukan. Jikapun ini bisnis, ini dibangun dengan sadar, uang, tenaga bahkan darah. Kenyataannya, warisan kita yang sebenarnya adalah apapun yang kita upayakan selama hidup. Keterampilan kita, bisnis kita, keluarga kita apapun itu. Ini bukan soal apa yang Anda akan capai, tapi apa kontribusi Anda jika Anda sudah tidak ada. Dengan demikian, Anda akan memutuskan tindakan apa harini yang harus diambil yang benar-benar bisa mempengaruhi masa depan. sekian


ditulis oleh Muhammad Bahauddin Amin
Co-Trainer SyncPlanner


Leave a Reply

Close Menu

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Morbi fringilla sollicitudin lacus, ac rutrum massa tristique fringilla. Suspendisse mattis finibus felis nec faucibus. Vivamus ut quam metus. Vivamus porttitor sodales odio. Sed hendrerit lectus nec ultrices varius. Sed lacinia commodo tortor. Sed cursus tempus leo, eget aliquet lorem. Aliquam sit amet tristique metus. Duis interdum justo in nisi commodo ullamcorper.

[contact-form-7 id=”298″ title=”Contact form”]