Kita adalah Generasi Produktif


Kita hidup dalam sebuah ekosistem di mana informasi begitu berlimpah. Yang berlomba-lomba untuk menarik perhatian. Mengalihkan kita dari hal penting yang bisa mewujudkan impian ke hal-hal yang memberikan ilusi kepuasan instan.

Akhirnya kita sering kali merasa tidak ada waktu

Dan untuk mengejar deadline, kita mengorbankan olahraga, waktu istirahat dan waktu bersama keluarga. Kita lembur semakin banyak. Untuk mengejar satu aspek kesuksesan, dan mengorbankan aspek lainnya.

Ditambah juga generasi baru yang seolah memiliki keunggulan lebih, penguasaan teknologi yang lebih fasih, ide-ide segar yang terus menumbangkan generasi-generasi sebelumnya.

Pandangan umum mengatakan untuk bisa sukses kita harus bekerja lebih keras, bekerja lebih banyak.

Pandangan umum juga mengatakan produktif berarti melakukan banyak hal dalam waktu sesingkat mungkin.

Dan menghasilkan daftar tugas yang tidak pernah berakhir, dan terus bertambah setiap harinya.

Di sisi lain, daftar tugas yang panjang ini sering kali menjebak diri kita untuk melakukan hal yang mudah, dan menunda melakukan hal bermakna yang memberikan kita kepuasan semu bahwa paling tidak kita sudah "produktif" menyelesaikan beberapa hal, tapi sebenarnya kita tidak bergerak mendekati goal utama.

Pandangan seperti ini berasal dari pemikiran jaman industri. Produktivitas diukur dari berapa lama kita bekerja. Semakin lama bekerja, akan semakin produktif.

Kita juga sering terjebak dengan produktif semu lain yang mengalihkan kita untuk "belajar dulu", "riset dulu" yang akhirnya tidak berujung pada aksi yang tepat untuk menyelesaikan pekerjaan.

Bukan berarti itu tidak perlu dilakukan atau tidak penting, tapi sering kali itu dijadikan alasan untuk menghindari aktivitas bermakna.

Ini adalah realitas kebanyakan orang saat ini.

Produktivitas yang sebenarnya adalah kebalikan dari apa yang diyakini di masa lalu.

Kita tidak perlu melakukan semua hal untuk dibilang produktif. Karena produktivitas tidak sama dengan sibuk.

Kita juga tidak perlu mengorbankan aspek lain hanya untuk mencapai sukses di satu aspek.


Produktivitas berarti melakukan hal yang tepat dan bermakna yang menggerakkan kita mencapai goal. Dan masih memiliki waktu istirahat yang cukup, memiliki waktu untuk keluarga dan merawat diri.


Kami percaya Sukses bisa dicapai tanpa harus mengorbankan keluarga dan kesehatan. Dan jalur mencapainya adalah dengan membangun sebuah sistem yang jelas, memotivasi, selaras dengan musim kehidupan dan membebaskan willpower kita untuk menyelesaikan hal-hal yang bermakna.

Produktif berarti tenang dan proaktif menjalani hari.

Produktif berarti menjalani Minggu terbaik demi minggu terbaik.

Produktif berarti melakukan prioritas yang sebenarnya, bukan prioritas yang kita pikir itu prioritas dan mudah teralihkan oleh gangguan-gangguan sepele.

Produktif artinya kita membangun kualitas yang semakin baik dan eksekusi yang semakin baik.

Produktif berarti Less is More.

Perjalanan mencapai goal dan menjadi produktif memiliki beberapa Dasar Pemikiran penting.

Dasar Pemikiran Produktif Pertama: Produktivitas adalah Sebuah Sistem

Kita bisa menjadi produktif saat kita telah mempersiapkan sebuah kejelasan yang tersistematis yang kami sebut dengan Piramida Produktivitas.

Kebanyakan orang mengikuti urutan piramida produktivitas ini hanya di level teratasnya. 

Yaitu, bagaimana manajemen waktu yang tepat. Bagaimana mengeksekusi yang efektif. Sistem produktivitas seperti apa yang perlu saya lakukan. Planner apa yang paling efektif supaya saya produktif. 

Pemikiran yang langsung ke puncak piramida ini tidak memiliki fondasi yang kuat di level fundamental dan level psikologis.

Akhirnya membuatnya hanya mengisi planner di awal-awal saja dan setelah masa planner tersebut selesai, hanya terisi 15%.

Mengikuti tahapan produktivitas yang tepat akan meningkatkan kemungkinan Anda mengeksekusi goal Anda dengan lebih konsisten.

Piramida produktivitas akan membantu Anda memberikan energi dan perhatian Anda yang terbaik untuk mencapai prioritas Anda. Untuk itu, Anda perlu mengeksekusinya mulai dari dasar piramida.

Bagian paling dasar dari piramida adalah Fundamental. Di sini Anda membangun kejelasan kehidupan seperti apa yang Anda ingin wujudkan dalam kehidupan. Seperti penjelasan di bawah ini. Anda mulai dengan membuat Visi dan Goal 12 Minggu Anda.

Dan hal lain yang penting di dasar piramida ini adalah menyiapkan waktu tidur yang cukup, sehingga Anda memiliki energi yang cukup untuk mengeksekusi dan mewujudkan goal Anda.

Tidur adalah satu hal yang selalu dikorbankan ketika ada hal yang harus diselesaikan. Mengorbankan tidur sebenarnya malah membuat kita masuk ke dalam lingkaran yang menurunkan produktivitas.

Kita bukan komputer yang menyerap energi dari luar sistem. Kita perlu mengolah energi dari dalam sistem tubuh. Dan tidur yang cukup dan berkualitas adalah kunci untuk memulihkan dan memastikan Anda selalu memiliki energi yang tinggi untuk menyelesaikan hal bermakna dan menjadi produktif.

Level kedua Piramida Produktivitas adalah level Psikologis. Ini adalah tentang membatasi diri. Tentang menentukan prioritas yang jelas dan menentukan bagaimana menggunakan waktu.

Ini adalah tentang melakukan prioritas dan mengatakan tidak tanpa rasa bersalah pada orang lain atau situasi yang tidak selaras dengan prioritas.

Ini juga berkaitan dengan level Fundamental, di mana kita akan membuat sebuah goal yang Risky. Goal yang jika kita tidak mencapainya, kita akan menanggung konsekuensi yang tidak kita inginkan. Dengan demikian, akan semakin jelas dan semakin mudah untuk mengatakan tidak pada hal yang tidak relevan.

Level Psikologis ini memastikan Anda tidak kewalahan. Hanya melakukan apa yang benar-benar bermakna. Karena jika tidak menjalankan level psikologis dengan baik kita akan sulit menolak.

Level psikologis ini mengatur kejelasan untuk bagaimana menjalani minggu sehingga menjadi minggu terbaik, minggu yang produktif. 

Mengatur kejelasan Prioritas kita yang sesuai dengan 12 minggu ke depan yang akan mendekatkan kita ke visi jangka panjang. 

Menjalankan ritual-ritual pagi dan malam yang membangun momentum positif sepanjang hari. 

Tentang menyusun to Don't list aktivitas yang bisa menjauhkan kita dari goal, dan sekali lagi, bisa mengatakan tidak pada hal yang tidak relevan.

Setelah terbangun kejelasan di level Fundamental dan Level Psikologis, kita masuk ke level paling kecil dalam piramida produktivitas. Yaitu level detail. Inilah di mana kita akan menggunakan strategi untuk mengatur tidak hanya waktu, tapi yang lebih penting, yaitu energi dan perhatian.

Dalam Manifesto ini, kita akan memahami bahwa Mengatur waktu adalah bagian paling akhir, karena ini yang paling mudah. Yang lebih penting adalah mengatur energi dan perhatian. Yang akan kita bahas di Fundamental kedua.

Untuk bisa memberikan gambaran bagaimana menjalani Piramida Produktivitas, berikut adalah tahapannya:

Current Progress
Current Progress
Current Progress
Current Progress
Current Progress
Current Progress
Current Progress

Sebuah sistem akan memberikan acuan untuk membangun kemajuan yang jelas. Memberikan sebuah framework berpikir dan mengukur kemajuan yang berarti.

Karena menjadi produktif bukan sebuah kejadian yang terjadi dan selesai di waktu tertentu. Tapi merupakan sebuah proses yang berkesinambungan.

Sebuah skill yang perlu diasah dan ditingkatkan sepanjang waktu. Sebuah skill yang perlu dilatih dengan kemajuan yang jelas. Atau yang Prof. Anders Ericsson sebut sebagai Deliberate Practice.

Bukan sekedar melakukan sesuatu dan mengatakan, saya sudah coba, dan ga berhasil.

Sebuah sistem akan menjaga Anda tetap pada jalurnya dan bisa membantu Anda memperbaiki diri untuk masuk kembali ke dalam jalur terbaik Anda menuju goal.

Dan dalam sistem ini, kita memulai dengan visi personal yang jelas. Karena kita termotivasi dengan visi personal. Visi yang bermakna dan berarti buat Anda personal. Bukan yang ikut-ikutan atau terpengaruh dari majalah dan media sosial.

Visi dan goal ini perlu ditulis, selaras dengan riset yang dilakukan Dr. Gail Matthew, ketika goal ditulis maka kita meningkatkan kemungkinan untuk mencapai goal yang siginifikan daripada tidak ditulis.

Lupakan riset tentang 100 orang yang diteliti oleh Yale maupun Harvard, karena riset itu tidak pernah ditemukan.

Bagaimana sebuah goal bisa tercapai dipengaruhi oleh penulisan, komitmen pada tindakan yang mengarah pada pencapaian goal dan menjadi akuntabel atau bertanggungjawab pada goal mereka.

Penelitian yang terdiri dari 267 peserta, dari berbagai latar belakang (yang menyelesaikan hanya 149 peserta). Rentang usia 23-72 tahun, 37 pria dan 112 wanita, dari Amerika, Belgia, Inggris, India, Australia dan Jepang. Latar belakang antara lain Pengusaha, pengajar, petugas medis, artis, pengacara, bankir, marketer, pelayanan umum, manajer, wakil president sampai direktur non profit.

Peserta dibagi 5 kelompok.

Kelompok pertama tidak ada goal tertulis. Kedua, goal tertulis. Ketiga, menulis goal dan komitmen tindakan. Keempat goal tertulis, komitmen pada seorang teman. Dan kelima, Goal tertulis, komitmen tindakan dan melaporkan perkembangan kepada teman.

Hasilnya Group 5 lebih baik dibandingkan group 4-3-2-1.

Group 4 lebih baik dari 3 dan 1.

Group 2 lebih baik dari group 1.

Kesimpulan dari penelitian oleh Gail Matthew dari Dominican University adalah:

  1. Dampak positif dari akuntabilitas: Mereka yang memberikan laporan mingguan kepada temannya mencapai jauh lebih banyak dari pada mereka yang tidak melakukannya.
  2. Mereka yang membuat komitmen mencapai lebih tinggi dibandingkan tidak.
  3. Dan dampak positif dari menuliskan goal membuat mereka mencapai jauh lebih banyak dibandingkan yang tidak menuliskan goal.

Nilai pencapai yang tidak menuliskan goal adalah 4.28 dan yang menuliskan goal 6.44, artinya yang menuliskan goal memiliki 42% lebih tinggi kemungkinan mencapai goal mereka.

Lengkapnya Anda bisa membacanya di https://braveheartsales.com/wp-content/uploads/Goals-Research-Summary.pdf?x60870

Visi adalah memulai dari hasil akhir yang Anda inginkan 5 sampai 10 tahun lagi. Tanpa visi yang personal, Anda akan lebih mudah untuk menunda.

Setelah visi dengan hasil akhir, kita beralih ke Goal jangka pendek. Dalam sistem ini kita mengabaikan goal tahunan ataupun resolusi. 

Kita fokus pada goal jangka pendek. Karena dengan demikian kita bisa memilah prioritas sesuai dengan perkembangan dan musim kehidupan. Dan goal jangka pendek ini mengambil sudut pandang dari titik dan situasi Anda saat ini menuju posisi sejauh mungkin untuk mendekatkan diri Anda pada visi Anda.

Musim kehidupan mengambil bagian penting untuk menentukan apa yang perlu Anda wujudkan atau selesaikan selama 12 minggu ke depan. 

Dengan sebuah sistem penentuan prioritas, yang dalam Sync Planner kami menyebutnya Highest First Process, Anda akan mendapatkan Prioritas utama Anda, dan Anda akan mengarahkan energi, perhatian dan waktu Anda untuk mencapai goal Jangka pendek yang memiliki skor prioritas tertinggi.

Dari prioritas ini, Anda menurunkan sampai langkah-langkah jelas dalam eksekusi. Sehingga tidak terjadi penundaan.

Sistem eksekusi juga perlu memperhatikan bagaimana mengatur energi dan perhatian sehingga dalam waktu yang telah ditentukan, Anda memberikan 100% energi dan perhatian untuk menghasilkan eksekusi yang berkualitas. Ini akan dibahas dalam Dasar Pemikiran Produktif yang kedua.

Dan sistem tidak akan berjalan dengan baik jika tidak ada pengukuran. Kebanyakan orang hanya akan mengukur dirinya saat terjadi minggu yang produktif, dan menyembunyikan minggu buruknya seolah tidak pernah terjadi.

Tanpa pengukuran yang objektif, kemajuan tidak akan terjadi. Kita perlu melakukan pengukuran baik di minggu produktif maupun minggu buruk. Dengan demikian sistem produktif Anda akan berjalan.

Dasar Pemikiran Produktif Kedua: Manajemen Waktu adalah No. 3, Lebih penting Manajemen Energi dan Manajemen Perhatian

Sering kali kita sudah menentukan jadwal dan waktu untuk melakukan aktivitas tertentu, tapi akhirnya waktu itu berlalu dengan tidak produktif.

Mungkin karena kita melakukannya dengan tidak perhatian penuh, sambil multitasking.

Bisa jadi kita menunda karena energi kita lagi berat, mood lagi berat. Atau kita kelelahan karena tugas sebelumnya, yang dikarenakan pengelolaan energi kita yang buruk.

Dalam penelitian yang dibahas dalam buku On Form, Tony Schwartz dan Jim Loehr menjelaskan Manajemen Energi jauh lebih penting dari waktu.

Dengan manajemen energi, maka kita bisa memberikan energi 100% dan juga perhatian 100% pada waktu yang sudah kita sediakan.

Waktu bukan merupakan sesuatu yang bisa kita kelola, karena apapun yang Anda lakukan waktu akan terus berlalu. Kita tidak bisa menghentikan dan mengendalikan waktu.

Tapi apa yang bisa kita kelola adalah diri sendiri. Seringkali kita mendengar bukan manajemen waktu yang penting, Tapi manajemen diri.

Apa sebenarnya manajemen diri itu? Apakah berarti memiliki self control yang tinggi?

Namun, Self control adalah sesuatu yang abu-abu, atau tidak jelas. Membangun strategi sehingga kita selalu bisa memberikan energi dan perhatian 100% pada waktu yang kita tentukan akan membangun self control kita.

Mengelola energi berarti kita menjalankan aktivitas dengan siklus focus dan diffuse, istilah ini diungkapkan oleh Barbara Oakley. 

Siklus untuk kita memberikan semua perhatian dan energi dan siklus untuk kita memulihkan energi dan membebaskan pikiran kita dari tugas sebelumnya, sehingga pada aktivitas berikutnya kita bisa memberikan energi tinggi, perhatian utuh dalam waktu yang sudah kita tentukan.

Sekarang, kita paham bahwa manajemen waktu bukan yang paling utama yang harus kita bereskan. Karena jika hanya fokus pada manajemen waktu, tapi tidak memperhatikan seberapa energi dan perhatian yang kita tuangkan, maka kita hanya akan melewati waktu itu tanpa progress yang benar-benar bermakna.

Dasar Pemikiran Produktif Ketiga: Produktivitas adalah Permainan Tiada Akhir

Dengan memahami dua Fundamental di atas, kita perlu memahami satu Dasar Pemikiran lagi, yang mana Pemikiran ini akan menyelimuti kedua Pemikiran di atas, sehingga produktif menjadi bagian dari kehidupan Anda. Bukan hanya sesekali saja.

Produktivitas seperti aspek lain dalam hidup, adalah sebuah permainan tiada akhir. Atau apa yang Simon Sinek sebut sebagai Infinite Game.

Bisnis adalah permainan tiada akhir.

Kesehatan adalah permainan tiada akhir.

Relasi yang bahagia adalah permainan tiada akhir.

Dan Produktivitas adalah permainan tiada akhir.

Permainan yang finite atau dengan batasan tertentu adalah permainan yang jelas siapa yang bermain, artinya kita tahu siapa saja yang terlibat dalam permainan. Ada batas waktunya. Ada aturan yang jelas. Ada ketentuan menang dan kalah yang jelas.

Sedangkan permainan tiada akhir atau Infinite game adalah permainan yang bisa dimainkan siapapun, kapanpun bisa masuk pemain baru, dan terdiri dari pemain yang jelas dan juga tidak jelas atau tidak kita kenal.

Tidak ada batasan waktu jelas. Artinya permainan ini akan terus berlanjut. Tidak ada pemenang yang akan keluar dari permainan ini. Permainan akan selesai ketika pemain menyerah dan tidak melanjutkan permainan.

Dalam produktivitas, Anda menjadi produktif bukan karena Anda sekali produktif dalam jangka waktu tertentu saja.

Tapi berkesinambungan. Tentu saja bukan berarti Anda tidak bisa istirahat untuk menikmati buah kerja Anda. Semuanya Anda tentukan sendiri dan siklus yang berjalan terus menerus.

Sama seperti pertanyaan berapa lama untuk membangun sebuah kebiasaan? Mungkin Anda pernah mendengar riset bahwa dibutuhkan 21 hari untuk membangun kebiasaan. Tapi ternyata tidak ditemukan riset dibalik pernyataan ini.

Investigasi yang dilakukan oleh Phillipa Lally dan koleganya dari University College of London yang dipublikasikan di Europian Journal of Social Psychology menjelaskan bahwa rata-rata untuk membentuk sebuah kebiasaan adalah 66 hari atau sekitar 10 minggu.

Nah, jika kita melihat secara sederhana ya kebiasaan itu kalau kita terus menerus melakukannya kan? Misalnya kebiasaan menunda yang terus menerus dilakukan. Jika kita berhenti melakukannya berarti sudah bukan kebiasaan lagi.

Jadi dengan sudut pandang Infinite game, kebiasaan adalah sebuah proses sepanjang hayat.

Masalah akan muncul ketika kita memainkan permainan tiada batas dengan pola pikir permainan terbatas. Kita memposisikan diri kita sudah menang. Kita memposisikan diri kita dengan titel saya produktif.

Semuanya adalah pemikiran yang terbalik, yang membuat kita menjadi stress.

Untuk lebih jelasnya Anda bisa menonton video berikut ini:

Bisnis yang sukses adalah bisnis yang berpikir dengan pola pikir ingin berada dalam permainan selama puluhan tahun sampai ratusan tahun. Karena memahami ini adalah proses dan perjalanan peningkatan yang tidak ada garis akhirnya.

Dengan pemikiran ini, Anda akan mengubah apa yang Anda lakukan selamanya. Dengan kejelasan ini, Produktivitas kita akan terus menjadi lebih baik. Karena kita adalah generasi yang produktif.

Generasi yang produktif adalah sebuah identitas, sebuah permainan tiada akhir. Sebuah identitas yang perlu didukung dengan pola pikir, sistem, dan kebiasaan yang tepat.

Ketika kita bermain dalam permainan terbatas, pemikiran kita adalah tentang menang dan kalah, dan fokus kita menjadi bagaimana mengalahkan orang lain. Akhirnya membawa hasil yang kurang optimal.

Fokus Generasi yang produktif adalah melihat jangka panjang dengan pola pikir infinite, dan melihat bagaimana mereka memberikan dampak kepada dunia dengan karya-karyanya. Tujuan mereka bukan untuk menang, namun untuk bermain jangka panjang.

Terakhir, selaras dengan pemikiran Produktivitas adalah permainan tiada akhir, semua aktivitas yang akan membuat kita lebih baik, lebih maju, lebih berkualitas, adalah aktivitas yang perlu dilakukan dengan niat dan kesengajaan.

Anda perlu sengaja memilih untuk melakukan kebiasaan produktif.

Anda perlu sengaja memilih untuk melakukan kebiasaan yang menumbuhkan.

Anda perlu sengaja memilih untuk melakukan aktivitas yang membuat Anda menjadi pasangan yang luar biasa, dan orangtua yang lebih baik.

Menjadi produktif, mengatasi penundaan, melakukan sesuatu yang mendekatkan diri Anda pada impian Anda adalah aktivitas dan kebiasaan yang perlu Anda lakukan dengan sengaja, atau seperti apa yang Brendon Burchard sebut sebagai Deliberate Habit.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana memastikan Saya bisa melakukannya dengan baik dan on track?

Ini adalah pertanyaan yang pas, untung aja ditanyain.

Saya telah menyusun sebuah pelatihan yang hanya diadakan 13 Minggu sekali, Tentu saja, pelatihan ini saya beri nama Pelatihan Minggu 13.

Pelatihan ini bertujuan untuk merancang bersama-sama sistem Produktivitas yang selaras dengan visi dan goal Anda, selaras dengan musim kehidupan Anda saat ini dan membangun kejelasan untuk melakukan eksekusinya.

Pelatihan ini juga memastikan Anda selalu on track pada jalurnya dengan menemani Anda selama 12 minggu. 

Setiap minggu akan ada coaching selama 1.5 jam untuk Anda mengenali tantangan yang Anda hadapi. Emosi naik turun yang Anda alami. Keberantakan yang Anda akan jalani selama 12 minggu tersebut.

Pada tanggal 18-19 dan 26 September 2021, selama 9 kali pertemuan Live online, kami (Agus dan Muhammad) akan menemani Anda langkah demi langkah membangun sistem produktivitas yang selaras dengan situasi dan musim kehidupan Anda saat ini.

Mulai dari Pola pikir tentang bagaimana menjalani tahun 12 minggu, mindset yang akan membuat Anda produktif, sampai membangun sistem dan kejelasan yang akan sangat memotivasi Anda untuk take action.

Goal kami di sini sederhana -- untuk mengeluarkan kemampuan terbaik kami dalam membantu sekelompok peserta yang ikut pelatihan live ini untuk melampaui apa yang mereka pikir bisa mereka lakukan selama ini dan bergerak melampaui kecenderungan untuk menunda-nunda.

Dan dengan Anda menjalani Pelatihan Minggu 13, Anda masuk ke dalam sistem seperti kelompok ke 5 dalam penelitian Dr. Gail Matthew.

Outline Pelatihan Minggu 13 dan Jadwal


Inti dari Pelatihan Minggu 13 adalah pelatihan 3 hari yang dibagi dalam 12 kali pertemuan (biasanya bisa lebih sesuai dengan situasi dan praktik dari peserta) yang mengajarkan langkah demi langkah membangun sistem produktivitas yang tepat dan selaras dengan musim kehidupan Anda sekarang.

Penekanan dari pelatihan ini adalah Anda bisa memiliki sebuah sistem yang menjadi acuan Anda untuk mengeluarkan potensi yang terbaik dari Anda.

Keluar dari kebiasaan lama dan bergerak menuju produktivitas dan pencapaian goal Anda.


Hari Pertama: 18 September 2021

Sesi I: 09.00 WIB

Kita belajar dengan Dasar Pemikiran dari diri yang produktif sampai Memahami 2 Piramida yang akan mengubah pandangan Anda tentang produktivitas sampai elemen apa saja yang akan Anda membuat Anda menjadi Produktif.

Sesi II: 13.00 WIB

Kita belajar tentang Visi Jangka Panjang dan menengah, Goal seperti apa yang tersistematis, agar Anda bisa terus termotivasi pada goal Anda. Level goal seperti apa yang perlu Anda susun yang sesuai dengan musim kehidupan Anda. Kita memahami apa dampak setiap level goal pada otak kita.

Sesi III: 16.00 WIB

Dan kita belajar Mengapa 12 Minggu adalah kunci untuk membuat kemajuan yang berarti dalam kehidupan Anda.

Dan bagaimana menyusun goal yang tepat untuk Anda.

Dari goal yang Anda susun, kita akan belajar bagaimana secara sistematis menemukan apa prioritas Anda yang paling tinggi. Yang mana ini akan menjadi True Prioritas, bukan prioritas semu.

Dan di sini Anda akan mendapatkan PR untuk membuat goal 12 minggu dan juga Prioritas Anda.


Hari Kedua: 19 September 2021

Sesi IV: 09.00 WIB

Sesi ini Setiap goal Anda akan direview, mana yang goal yang kurang jelas, akan diperbaiki dalam sesi ini.

Dan Anda juga akan belajar menganalisis prioritas yang Anda sudah kerjakan di Highest First Process dan memperbaikinya jika diperlukan.

Inilah salah satu komitmen kami di Minggu 13, memastikan Anda melakukannya dengan baik.

Sesi V: 13.00 WIB

Kita akan belajar bagaimana memecah prioritas Anda menjadi langkah-langkah kecil sampai Anda bisa mengeksekusikan setiap langkah dengan jelas.

Ini adalah langkah krusial yang akan membantu Anda menghilangkan penundaan.

Sesi VI: 16.00 WIB

Sesi ini kita akan menyelesaikan sampai level Psikologis dari Piramida Produktivitas. 

Membuat minggu terbaik, kurikulum pengembangan diri, sampai Anda selesai membuat Komitmen.

Dan Anda akan memiliki waktu 4 hari untuk melengkapi semua tugas sehingga pertemuan hari minggu 28 Maret, setiap tugas Anda akan dievaluasi sampai tuntas untuk memastikan Anda sudah berada di jalur yang benar.


Hari Ketiga: 26 September 2021

Sesi VII: 09.00 WIB

Setiap dari tugas Anda akan dievaluasi dan diberikan masukan, sehingga Anda bisa jelas apa yang bisa Anda improve atau sudah siap untuk dijalankan.

Sesi VIII: 13.00 WIB

Di sini kita akan mulai belajar puncak dari Piramida produktivitas, bagaimana mengelola energi sehingga, energi Anda selalu tinggi saat mengeksekusi rencana Anda.

Sesi IX: 16.00 WIB

Di sesi akhir kita akan menjahit semuanya menjadi satu, dan belajar bagaimana melakukan evaluasi minggu demi minggu.

Jangan khawatir, karena setiap minggu Anda akan mendapatkan sesi coaching untuk refresh, course correct, dan memperbaiki apa yang keluar dari track.

Setelah 12 pertemuan inti ini, Setiap minggu, mulai tanggal 10 Oktober sampai 26 Desember, Anda akan mendapatkan coaching selama 90 menit untuk mengevaluasi setiap progres dan kembali ontrack.

# Pendaftaran Minggu 13 Batch 05 (18-19 dan 26 September) Dibuka

Luar biasa mentoring dan coachingnya benar-benar serius sampe saya kaget ternyata pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan langsung dijawab dengan detail dan ngena banget.

Billy Julian

Menurut saya suatu penemuan besar dalam diri saya bisa join di Syncplanner Pak Agus, sebenarnya sudah dari 10 tahun lebih yg lalu saya sudah sering belajar secara otodidak mengenai goal setting dan metode2 untuk mencapai goal lainnya, tidak lain itu dikarenakan dulu pada saat saya masih bekerja saya mempunyai atasan yang juga menjadi role model saya dalam berkarir, dari beliau saya mulai kenal dengan metode2 goal setting dan saya tambahkan lagi dengan metode2 yg lain otodidak dari buku karena dulu youtube blm sepopuler sekarang. Saya juga sering ikut seminar2 motivasi dari Andri Wongso, Tung Desem Waringin, Mario Teguh dan motivator2 lainnya. Tapi semakin hari semakin saya sadarin kyaknya masih gak komplit juga, skala prioritas yg dikedepankan juga lebih banyak yg berkaitan dengan materi (financial freedom) padahal ada hal lain yang lebih penting dan Alhamdulilahnya paket komplit tsb saya temukan di syncplanner.

Manfaat untuk saya selama mengikuti syncplanner :
1. jujur pada saat saya pertama kali nonton video di youtube ah saya pikir ini menyusun goal setting dari dulu2 yg pernah saya tau hingga akhirnya saya penasaran dan akhirnya saya join di batch 3, duarr kaget juga ternyata yg di video youtube baru secuil yg dibahas gak seberapa ilmunya dibandingkan dengan mengikuti kelas yg sebenarnya, ilmu2 yg pernah saya ikuti sebelumnya terasa jauh sekali dengan kelas syncplanner ini


2. melalui syncplanner dan coaching dari pak agus & pak muhammad Mengeksplore kekurangan saya yaitu, terlalu banyak membuat rencana dan terlalu detail sehingga kurang di eksekusi yang akhirnya saya baru ketahui sekarang (sebelumnya saya tidak sadar dan menganggap ini adalah salah satu kelebihan saya)


3. luar biasa mentoring dan coachingnya benar2 serius sampe saya kaget ternyata pertanyaan2 yg kita ajukan langsung dijawab dengan detail dan ngena banget.


4. supportnya total puol, dengan kelas terbang yg sudah tinggi tapi pak Agus dan pak Muhammad total dalam waktu & benar2 membimbing dan mencarikan solusi serasa punya mentor pribadi dengan biaya yg murah banget (cuma yg dimentori sering bandel)


5. yang selama ini saya cuma mikir goal setting hanya melulu materi di hari pertama sesi langsung ngena kalau ternyata ada Life Time Value yg harus kita utamakan terlebih dahulu, pembagian fokus ini lah yang bukan hanya membuka sudut pandang baru untuk saya tapi menjadi jawaban kelalaian saya selama ini yaitu mengenai fokus kepada hal2 yg benar2 penting yang saya temukan dalam High Rupiah Value, dimana selama ini saya sering fokus ke Low Rupiah Value bahkan Zero Rp, pantes pola kehidupan saya gak berubah signifikan


6. saya juga akhirnya kenal dengan Tapping yang sangat efektif sekali untuk perubahan mindset saya dan selalu saya terapkan hingga sekarang

Hal yang paling saya bersyukur bukan capai goalnya tapi saya dapat banyak transformasi yang saya bisa rasakan.

Helen

Saya sudah mengikuti SP ini batch ke 3 semakin melihat mecapai goal itu adalah sebuah bonus yg didapat karena menjalankan setiap prosesnya yg kadang rasanya sudah mau mundur tapi ketika baca lagi jadi ada pemicu utk mulai lagi karena perubahan itu sangat tidak mudah dan sy belajar utk dari hal2 kecil sy lakukan berusaha setiap hari.


Sampai saat ini yg sy dapatkan hal yg paling sy bersyukur bukan capai goalnya tapi sy dapat byk transformasi yg sy bisa rasakan terutama bisa menikmati dan mensyukuri apa yg terjadi diluar keinginan dan kendali sy tapi sy bisa menikmati sehingga sy bisa enjoy dlm melewati setiap masalah yg ada. Pagi ini papa sy demam dan biasanya sy bisa panik dan penuh kekuatiran, takut apalagi kondisi saat ini bisa jd byk pikiran kemana2 tapi tadi pagi sy bisa menghadapi dgn sikap tenang dan byk self talk yg memberikan kekuatan utk hati dan pikiran yg tenang.


Dan yg ke 2 saya mendapatkan diri sy bisa menerima utk hal2 yg sy tidak setuju tanpa reaktif tapi bagaimana meresponnya karena sy sangat sulit utk menerima hal2 yg tidak saya setuju, be nice pada diri dan ternyata ini yg menjadi sy bisa lebih produktif dan punya cara perpikir yg berbeda dgn dulu. Sebenarnya byk sekali yg saya dapatkan.. Terima kasih banyak pak Agus dan pak Muhammad..

Saya bersyukur sekali bertemu dengan pelatihan ini karena bisa menggunakan sebuah sistem syncplanner yang bisa membantu saya memiliki visi target dan prioritas yang jelas dalam menjalankan aktivitas harian saya

Santy Septy

Dengan mengikuti kelas minggu 13, saya menjadi paham bagaimana saat saya ingin memiliki kebiasaan baru khususnya terkait produktivitas. Pondasi-pondasi apa yg perlu dibangun, sikap mental seperti apa yang perlu dibentuk dan bagaimana agar kita dapat melakukan tindakan-tindakan yang tepat untuk mencapai goal dalam hidup kita seperti apapun kondisi kita saat ini. 


Saya bersyukur sekali bertemu dengan pelatihan ini karena bisa menggunakan sebuah sistem syncplanner yang bisa membantu saya memiliki visi target dan prioritas yang jelas dalam menjalankan aktivitas harian saya yang memiliki peran dan tanggungjawab sebagai orangtua yang harus mendidik anaknya di rumah, menjalankan tugas mendukung suami dalam menjalankan roda kehidupan rumah tangga, yang memiliki tanggung jawab dalam pekerjaan di luar rumah dan tentunya juga kehidupan sosial yang penting juga untuk dijalankan.


Syncplanner sangat membantu saya melakukan upaya-upaya untuk menyeimbangkan aktivitas spiritual, kesehatan, mental pikiran dan dalam hal pengembangan diri sehingga saya tetap bisa menjalankan aktivitas bersama keluarga, bekerja dan belajar dengan hati yang senang. 

Dengan syncplanner saya merasa memiliki arah yang jelas, kenapa saya melakukan tindakan tersebut sehingga lebih bisa memotivasi diri, memiliki gambaran bagaimana saya akan melakukannya dan bersama tim atau partner seperti apa yang bisa dibangun sehingga terjalin kerjasama yang baik untuk saling berkontribusi dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan global."

Goal2 yang sudah saya canangkan di awal tahun hampir 80 % tercapai dengan Milestone-milestone yang saya dapat dari pelatihan minggu 13.

Muslikin

Sync Planner Minggu 13 sudah hampir sepenuhnya saya realisasikan pada kantor saya saat ini, dan goal2 yang sudah saya canangkan di awal tahun hampir 80 % tercapai dengan Milestone-milestone yang saya dapat dari pelatihan minggu 13. Dan itu sangat efektif sekali, karena saya lakukan secara kolegial dan pendelegasian. Tks

Saya tersadar bahwa keluarga adalah bagian dari hidup saya, mereka bukan penghalang karir, mereka (keluarga) saya adalah penyempuna kehidupan saya, saya merasakan kepentingan keluarga adalah kepentingan diri pribadi saya. Memberikan waktu untuk  keluarga  sangat menyenangkan. 

Nurhaida

Pelatihan minggu ke-13 bach 3, sangat berharga sekali bagi saya. Sebelum mengenal pelatihan minggu ke-13 dan sync planer,  cara/gaya hidup saya sungguh sangat amburadul. saya tidak bisa memisahkan antara tugas mengurus anak, mengurus rumah dan mendampingi suami dengan baik serta melaksanakan tugas sebagai PNS. 


Kadang2 tugas kantor membuat saya lelah, ketika di kantor teringat juga  tugas rumah yang tidak beres,  sebaliknya ketika sampai rumah teringat tugas kantor yang menumpuk. begitulah hari-hari saya ini berlalu galau, tidak terarah  sepanjang hari. Pikiran saya sering lelah  termasuk fisik.


Selain itu, Kadang saya merasa  keluarga saya  penghalang aktivitas pekerjaan saya; 


Sekarang, setelah mengikuti pelatihan minggu ke 13   saya mulai merasa nyaman


Contohnya 


-  Saya tersadar bahwa keluarga adalah bagian dari hidup saya, mereka bukan penghalang karir, mereka (keluarga) saya adalah penyempuna kehidupan saya, saya merasakan kepentingan keluarga adalah kepentingan diri pribadi saya. Memberikan waktu untuk  keluarga  sangat menyenangkan. 

-     Melaksanakan tugas kantor juga menjadi enjoy, dapat dilaksanakan dengan baik dibantu sync planer.

-     Selain itu saya selama ini tak pernah olah raga, sekarang selesai sholat subuh selalu bisa saja meluangkan waktu untuk olah raga meskipun waktunya tidak lama.

-     Adalagi dalam pelatihan minggu 13 yang di tanamkan oleh pak Agus dan pak Muhammad, tentang Ritual Pagi dan Ritual malam. Ini sangat bermanfaat sekali. Saya sungguh merasa nyaman setelah rutin melakukan ritual pagi dan ritual malam.


Akhirnya, Saya bisa me-manage waktu,  energi  untuk diri sendiri,  keluarga, kesehatan, ibadah dan karir.


Semoga keadaan seperti ini berjalan dengan baik selamanya bersama Ridho Allah. Amin...

Saya tak mau berhenti sampai disini, saya ingin berubah, perubahan menuju kebiasaan baru, masih susah bagi saya, selalu kebiasaan lama menghalangi, maka perlu bantuan mentor oleh karena itu belajar dan belajar dari pak Agus dan pak Muhammad adalah tempat yang tepat


Terimakasih, pak Agus dan pak Muhammad,

Terimakasih sync planer

Kemampuan saya memanajemen pekerjaan berkembang baik, dilihat dari a) saya punya waktu setiap hari untuk keluarga (saya bisa meluangkan waktu jalan-jalan ke luar kota dalam waktu 2 bulan, biasanya butuh waktu 6 bulan bahkan 1 tahun karena sulit untuk ada waktu Bersama,
b) saya punya waktu untuk diri saya sendiri (ke salon, membaca buku, relaksasi),
c) Manager dan Supervisor saya senang dengan pekerjaan saya yang cepat selesai. 

Rahmi Khalida

Perjalanan mencapai goal 13 minggu.


Halo nama Saya Rahmi Khalida. Saya bekerja membantu program Pemerintah di bidang pertanian. Saya tertarik mengikuti pelatihan 13 minggu karena,  pertama saya mendapat informasi dari email Bacakilat (saya pernah coba daftar), kedua, tahun 2020 saya merasa stuck dengan ritme kerja yang tidak membawa saya kemana-mana juga ada dorongan bahwa saya punya potensi untuk melakukan sesuatu yang besar dalam hidup saya.


Untuk itu, saya daftar dan ikut pelatihan bulan Desember 2020. Saya memulai perjalanan 13 minggu saya bulan Januari. Saya menuliskan goal saya, goal 5 tahun, visi 3 tahun, goal 12 minggu, dan 3 High Focus Goal. Saya Menyusun best weeks, saya membuat morning routine dan evening routine. 


Berikut pencapaian saya pada minggu ke 10:

(i) Goal saya untuk membuat 2 modul, 1 handbook, materi pelatihan, tercapai 100%

(ii) Goal saya untuk memulai usaha tercapai 30%. 

(iii) Goal saya untuk menulis artikel baru 10%, (baru mengumpupkan data). 

(iv) Kemampuan menulis saya berkembang baik, sebab dalam best week saya menargetkan untuk setidaknya menulis 300 kata per hari. 

(v) Kemampuan saya memanajemen pekerjaan berkembang baik, dilihat dari a) saya punya waktu setiap hari untuk keluarga (saya bisa meluangkan waktu jalan-jalan ke luar kota dalam waktu 2 bulan, biasanya butuh waktu 6 bulan bahkan 1 tahun karena sulit untuk ada waktu Bersama, b) saya punya waktu untuk diri saya sendiri (ke salon, membaca buku, relaksasi), c) Manager dan Supervisor saya senang dengan pekerjaan saya yang cepat selesai. 

(vi) Tingkat kecemasan saya berkurang, sebab saya punya daily routine, saya punya diffuse mode, dan saya berusaha untuk membangun pikiran bawah sadar untuk proaktif. 

(vii) Saya rutin berolahraga minimal 15 menit (workout), hasilnya saya merasa lebih bugar dan sudah 2 bulan lebih saya rutin melakukannya sehingga saat ini massa otot saya meningkat dan lingkar pinggang menurun dari 90 jadi 82. (hahaha), IMT Normal. 


Kesimpulannya, mengikuti pelatihan 13 minggu membuat saya merasa empowered dan bisa melakukan apapun seperti visi saya. Tentu dibimbing dengan tim yang luar biasa yang tidak bosan dan menyerah dengan segala keluh kesah yang saya hadapi. Saya mungkin tidak mencapai goal saya semua, but saya happy dengan apa yang saya sudah dapatkan 10 minggu ini. Kuncinya adalah percaya pada prosesnya.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Morbi fringilla sollicitudin lacus, ac rutrum massa tristique fringilla. Suspendisse mattis finibus felis nec faucibus. Vivamus ut quam metus. Vivamus porttitor sodales odio. Sed hendrerit lectus nec ultrices varius. Sed lacinia commodo tortor. Sed cursus tempus leo, eget aliquet lorem. Aliquam sit amet tristique metus. Duis interdum justo in nisi commodo ullamcorper.

[contact-form-7 id=”298″ title=”Contact form”]