Tetap Produktif Tanpa Kelelahan

Penulis buku “Peak Performance: Elevate Your Game, Avoid Burnout, and Thrive With the New Science of Success” menjelaskan bahwa dunia saat ini menjadi sangat kompetitif dan standar di tempat kerja juga meningkat seiring waktu. Ini membuat kita harus melesat menembus batas kita saat ini.

Para peneliti1 memperkirakan 30% siswa menggunakan obat-obatan untuk bisa lebih unggul dan fokus di kelas. Tidak hanya di dunia akademis,  di dunia professional “obat pintar” bernama adderal ini juga populer di amerika dan inggris. 

Adderal sendiri adalah obat yang sering diresepkan untuk pasien dengan gejala ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) yang disetujui penggunaannya sebagai terapi untuk narkolepsi (gangguan sistem saraf yang membuat seseorang bisa tiba-tiba tertidur dimanapun kapanpun). 

Belum ada penjelasan pasti tentang narkolepsi namun ditemukan bahwa sebagian besar penderita memiliki kadar hipokretin yang rendah. Hipokretin adalah zat kimia otak yang membantu mengendalikan waktu tidur. 

Salah satu penyebab hipokretin rendah adalah karena sel imun tubuh menyerang sel sehat (autoimun). Beberapa yang dibahas yang juga bisa menyebabkan autoimun adalah stress dan perubahan waktu tidur secara tiba-tiba2.

Efek dari obat pintar ini belum jelas, tapi variasi yang didapatkan adalah mual, nyeri perut, masalah jantung dan lebih parah menyebabkan ketagihan. 

Tapi meskipun usaha mereka sudah dirasakan maximal menggunakan obat-obatan bahkan sampai mengorbankan jam istirahat, mereka masih saja mendapati hasil dan progress yang kecil. 

Dimanakah letak kesalahannya? Apa kita melewatkan hal kecil yang penting dalam proses ini?

Penulis buku Brad Stulberg and Steve Magness meyakini bahwa puzzle yang hilang sangat sederhana, yaitu ISTIRAHAT. 

Hal sederhana yang sudah menjadi fitrah dan tools reparasi dari ALLAH yang sering kita abaikan. Saat tidur3 terjadi banyak hal seperti proses perbaikan sel yang rusak, mereset atau menyeimbangkan kembali hormon dan metabolisme juga memungkinkan pemulihan dari sistem saraf (World Book Encyclopedia).

Jangan abaikan insomnia walau yang Anda rasakan saat ini mungkin masih pada intensitas kecil. Insomnia bukan hanya mengganggu jadwal tidur Anda, tapi secara keseluruhan akan mengganggu waktu Anda keseluruhan. 

Manusia memiliki jam biologis yang diatur di otak, jika tidur tidak memiliki waktu yang cukup, maka waktu untuk produktif akan terganggu. 

Morin (Espie, 2002) menyebutkan penyebab insomnia yang utama adalah adanya permasalahan emosional, kognitif (logika) dan fisiologis. Ketiganya berperanan terhadap terjadinya disfungsi kognitif, kebiasaan yang tidak sehat, dan akibat-akibat insomnia. 

Menurut Brad, sukses yang berkelanjutan adalah hasil penjumlahan dari stress dan istirahat. Stress itu baik karena ketika stress sejatinya diri Anda sedang ditantang untuk bertumbuh, berpikir lebih tajam, berusaha lebih kuat atau bertindak lebih cepat. 

Stress sejatinya adalah cara tuhan menyediakan anak tangga agar kita naik ke atas. Mereka yang tidak pernah stress bisa dipastikan bertumbuh lebih lambat.

Di satu sisi, istirahat menjadi penyeimbang dari stress. Saat istirahat, kita diberi jeda untuk mengevaluasi tindakan yang belum tepat. Brad adalah seorang yang ahli dalam hal Science of Human Performance, dan steve adalah seorang pelatih atlet olimpiade. 

Keduanya merumuskan konsep yang simple tapi sangat berguna. Kesimpulannya tetap satu, bahwa istirahat adalah cara terbaik anda menuju top performance

Banyak orang sudah terlanjur percaya mitos bahwa bekerja keras bisa membuat sukses walau harus mengurangi jam istirahat. Padahal ketika Anda ingin menambah massa otot di gym, Anda tetap harus beristirahat agar otot bertumbuh. 

Ini yang membuat konsep Steve dan Brad mungkin akan sulit diterima oleh banyak orang karena sebagian dari mereka percaya bahwa tidur lebih sedikit membuat dirinya jauh lebih produktif.

Hal lain yang terungkap adalah ternyata rahasia untuk mempertahankan tingkat produktivitas yang tinggi selama rentang hari kerja bukanlah bekerja lebih lama, tetapi bekerja lebih cerdas dengan sering beristirahat akan menjaga Anda tetap di posisi terbaik dari kurva performa Anda.




Seperti yang Anda lihat di grafik atas, garis merah membawa Anda meledak naik ke atas tapi akhirnya turun karena kelelahan. 

Berbeda dengan  garis hijau yang tetap menjaga Anda di poin performa teratas walau akan tetap naik turun juga. Ini terjadi karena jeda istirahat membuat Anda kembali refresh untuk meledak kembali. 

Hal yang sama juga pernah saya temui dalam penjelasan Tony Buzan dalam buku “Use Both Side of Your Brains” tentang bagaimana kita bisa menjaga memori belajar tetap baik adalah dengan melakukan repetisi di beberapa titik waktu yang ideal agar menjaga memori itu tetap bertahan di atas. 

Lalu bagaimana teknik istirahat terbaik?

Sebagai seorang yang sangat berpengalaman dalam dunia training fisik, Steve menjelaskan bahwa kesalahan banyak orang ketika masuk waktu istirahat adalah tidak benar-benar membuat tubuhnya menikmati istirahat. 

Banyak dari mereka justru malah menonton TV atau scroll medsos sehingga tidak membuat dirinya benar-benar melepas stress4. Masuklah ke fase istirahat dengan total. Tutup mata Anda dan katakan pada diri sendiri “Saat ini waktunya istirahat, apapun hal penting yang terlintas akan saya kerjakan nanti setelah istirahat”. 

Mulailah disiplin mengatur jam tidur Anda. Hal ini membantu tubuh membangun jadwal biologis yang sesuai dengan ritme alam. Perhatikan bayi, tidur 2 jam setelah isya dan bangun 2 jam sebelum subuh. Saat gelap jam tidur normal yang di setting saat awal kehidupan tepat 7 jam. Ini adalah clue dari pencipta. Tapi saat mendewasa, orang mengubah jadwalnya nggak karuan. Jika anda merasa jam istirahat anda tidak selaras lagi, silahkan reset ulang. Ini hanya saran, sisanya terserah anda hehehe… 

Jam tidur yang direferensikan adalah mulai 21.00 hingga 04.00 dini hari. Jika Anda muslim, Anda juga tentu belajar bagaimana Nabi Muhammad sangat menjaga produktivitas beliau siang hari dengan menjaga jam tidur di malam hari. Beliau mencontohkan waktu istirahat yang ideal dengan selalu disiplin tidur lebih cepat (setelah isya sekitar 20.00) dan bangun lebih cepat (1/3 malam sekitar jam 03.00). Juga tidur siang singkat 30 menit sebelum tengah hari (waktu duhur).

Jauhkan gadget dari tempat tidur, atau bahkan Anda mungkin seharusnya membuat tempat khusus untuk mereka yang berada di luar kamar tidur Anda.  Ini membantu Anda agar tidak tergoda membuka email atau medsos di waktu khusus istirahat Anda.

Sejauh apa kelelahan bisa mempengaruhi performa Anda?5 Lelah membuat Anda stress dan cemas. Tingkat cemas yang tinggi ini membuat Anda menjadi apatis, terlambat menyelesaikan tugas, tidak fokus, banyak melakukan kesalahan dan akhirnya membuat kualitas kerja Anda menjadi rendah. 

Stress juga bisa merusak kerja team karena membuat seseorang menghindari pekerjaan, menjadi tidak ramah dan kurang sosial. Selain menimbulkan masalah kesehatan seperti migrain, autoimun dan gangguan makan, juga membuat Anda menjadi lebih sering sakit dan punya banyak halangan yang tidak jelas. 

Orang-orang dengan kelelahan dan stress juga akan sering terlihat terlambat saat meeting atau terlihat lunglai saat berbicara. Bahkan pada banyak kasus, membuat banyak orang berpikir untuk resign dari pekerjaan mereka hanya karena perasaan lelah sesaat. Saat lelah orang memang biasanya mudah mengambil keputusan permanen untuk solusi dari kondisi sementara. Ini yang membuat kondisi lelah itu berbahaya. Orang jadi tidak logis lagi. 

Finally, kita bisa mengambil pelajaran dari bagaimana fisiologi otot bertumbuh menjadi besar (hipertrofi) bagi seorang atlet binaraga. Satu-satunya yang bisa membuat otot berkembang dengan baik adalah penjumlahan antara stress dan rest

Otot dibuat stress dengan angkat beban dan akan tumbuh membesar saat istirahat karena proses repair bekerja dibantu nutrisi yang masuk ke tubuh. Jika salah satu variabel hilang, maka otot tidak akan bertumbuh. Ini pelajaran baik buat kita bahwa untuk bertumbuh kita harus punya 2 hal ini. stress dan istirahat.  


“Enjoy your stress, Enjoy your rest”

 

Ditulis oleh

Muhammad Bahauddin Amin

Co-trainer sync planner 

 

 

Referensi

  1. https://www.livescience.com/3129-smart-pills-truth-cognitive-enhancing-drugs.html

  2. https://www.alodokter.com/narkolepsi

  3. https://www.inc.com/marcel-schwantes/according-to-science-this-is-how-you-can-beextrem.html

  4. https://www.shepellfgi.com/ENCA/hrfundamentals/pdf/The%20Sting%20of%20Burnout%20on%20Productivity%20EN.pdf

  5. Purwanto Setiyo. “Mengatasi Insomnia dengan Terapi Relaksasi”. fakultas psikologi universitas Muhammadiyah surakarta  

 

 

Leave a Reply

Close Menu
×

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Morbi fringilla sollicitudin lacus, ac rutrum massa tristique fringilla. Suspendisse mattis finibus felis nec faucibus. Vivamus ut quam metus. Vivamus porttitor sodales odio. Sed hendrerit lectus nec ultrices varius. Sed lacinia commodo tortor. Sed cursus tempus leo, eget aliquet lorem. Aliquam sit amet tristique metus. Duis interdum justo in nisi commodo ullamcorper.

[contact-form-7 id=”298″ title=”Contact form”]